Jumat, 06 September 2013

Pendidikan  Jasmani dan Kesehatan PGSD

HEALT RELATED FITNESS


A.    Pengertian Kesegaran Jasmani
    
       Kesegaran Jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang untuk melakuakan kegiatan atau pekerjaan secara efisien  tanpa mengalami kelelahan yang sangat berarti, sehingga dapat menikmati waktu luangnya.
       Tidak Mengalami Kelelahan yang berarti maksudnya adalah ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas , masih mempunyai tenaga yang cukup untuk menikmati waktu luangnya untuk  tugas dan keperluan yang mendadak.       Jadi apabila orang dalam keadaan segar yang nampak adalah keadaan penampilan jasmaninya . Dengan demikian seseorang yang  tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh atau umum akan terlihat ketika seseorang itu melakukan pekerjaan dan kegiatan akan terasa lebih merasakan lelah dan tidak mampu mengerjakan kegiatan selanjutnya karena seseorang tersebut sudah tidak mempunyai sisa tenaga untuk pekerjaan yang mendadak lainya. Sebaliknya jika Tinggi tingkat Kesegaran Jasmani seseorang, maka akan besar pula kemungkinannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas dan semakin besar pula untuk menikmati kehidupan.

B.     Komponen – komponen Kesegaran Jasmani yang berhubungan dengan kesehatan.
1.      Daya tahan Jantung dan Paru – paru
                             
      Pengertian Daya Tahan Jantung dan Paru – paru di kenal dengan istilah Daya Tahan Kardiovaskuler dan Daya Tahan Kardiorespirasi atau Kapasitas Aerobik, artinya Daya Tahan Jantung atau Paru – paru adalah kemampuan Jantung atau Paru – paru dan Perdarana Darah untuk Melakukan Tugas – tugas  Fisik yang berat dalam jangka waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Daya Tahan Jantung  yang merupakan motor penggerak kehidupan tubuh manusia Kadang – kadang disebut juga Kardiorespirasi karena jantung dan pernafasan terjadi kerja sama yang sangat erat.(Tisnowati:2002)
                                    
Ciri – ciri latihanya :
*      Gerakan yang Kontinue dan ritmis, model latihanya seperti bersepeda atau berlari maraton
*      Gerakanya melibatkan otot – otot besar, model latihanya seperti berjalan atau berlari
*      Sifatnya gerakan Aerobik, yaitu gerakan yang dilakukan pada intensitas sedang dan di ukur dengan kenaikan detak jantung. Seperti berlari dengan Kecepatan Sedang.
2.      Kekuatan Otot dan Daya Tahan Otot
        Otot merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menggerakan anggota tubuh, sebagai daya gerak aktivitas fisik di perlukan otot yang kuat.
Pengetian Kekuatan Otot merupakan kemampuan otot dalam melakukan kerja seperti menggerakan anggota tubuh saat berlari, berjalan dan mengangkat.
Sedangkan Pengertian Daya Tahan Otot merupakan Kemampuan otot dalam melakukan kontraksi otot statis dalam waktu lama. Misalnya push- up, dan angkat besi.
Ciri – ciri Latihanya :
*      Untuk Kekuatan Otot digunakan beban berat dengan ulangan sedikit.
*      Untuk Daya Tahan Otot di gunakan beban ringan dengan ulangan banyak.
3.      Fleksibelitas ( Kelentukan )
      Kelentukan merupakan keleluasaan atau kemudahan gerakan terutama pada pada otot – otot persendian. Latihan Kelentukan bertujuan agar otot – otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti.
Ciri – ciri Latihanya :
*    Gerak Merengang Persendian
*     Mengukur Otot hingga batas tertentu dalam waktu yang di tentukan
4.      Komposisi Tubuh
      Komposisi Tubuh adalah perbandingan yang proposional antara tinggi badan dengan berat badan seseorang dan termasuk jumlah cairan tubuh, lemak, protein yang terkandung dalam tubuh seseorang . Semaki proposional perbandingan tinggi dan berat seseorang di mungkinkan memiliki kesegaran jasmani yang baik
                           
C.    Manfaat Kesegaran Jasmani yang berhubungan dengan Kesehatan dalam Kehidupan Sehari – hari
          Latihan Kesegaran Jasmani mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kehidupan sehari – hari seseorang selain dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan secara optimal untuk mendapatkan hasil yang baik,Latihan  Kesegaran  Jasmani  juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan seseorang melalui olah raga yang teratur. Sebagai contoh , seseorang yang sudah terbiasa olahraga secara teratur , ia akan memiliki tingkat kesegaran jasmani yang lebih baik jika di bandingkan orang yang tidak terbiasa berolahraga.
         Latihan Kesegaran Jasmani atau Olahraga yang teratur  dengan baik juga akan berpengaruh terhadap , beberapa hal, antara lain sebagai berikut :
a.        Pengaruh Latihan Kesegaran Jasmani akan meningkatkan efisiensi jantung
b.       Pengaruh Latihan Kesegaran Jasmani akan Meningkatkan daya kerja paru – paru secara efisien
c.        Pengaruh Latihan Kesegaran Jasmani akan Meningkatakan volume darah sehingga lebih meningkatkan sarana penyaluran oksigen lebih banyak keseluruh jaringan tubuh.
d.      Pengaruh Latihan Kesegaran Jasmani akan meningkatakan ketegangan otot dan pembuluh darah serta mengubah jaringan yang lemah dan lunak menjadi jaringan yang kuat dan kokoh.
e.       Pengaruh Latihan Kesegaran Jasmani akan meningkatakan konsumsi oksigen secara maksimal.
           Seseorang aktif berolahraga yang teratur  atau aktif melakakukan aktivitas jasmani , akan memperoleh berbagai manfaat bagi kesehatan . Karena dengan Olahraga badan tetap bugar, metabolisme tubuh dan peredaran darah lancar , hal itu manfaat yang di peroleh apabila latihan kesegaran jasmani atau Olahraga secara teratur, baik, dan benar. Selain itu Seseorang yang aktif berolahraga teratur Dapat menentukan Kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas –tugasnya sehari – hari dengan baik.


D.    Aplikasi Latihan Kesegaran Jasmani yang berhubungan dengan Kesehatan
1.      Daya Tahan Jantung dan Paru – paru
Latihan untuk meningkatkan Daya Tahan Jantung dan Paru – paru adalah
*      Lari Jarak Jauh, misalnya Lari 2, 4 kilometer dengan membutuhkan waktu selama 13 menit
*      Fartlek yaitu Kombinasi lari pelan dan Lari cepat yang bervariasi tanpa melakukan Istirahat. Artinya dapat mengatur kecepatan lari yang diinginkan selama melakukan latihan tersebut sesuai dengan keinginan dan sesuai dengan kondisi atau kemampuan atlet.  Misalnya Lari Maraton.
*      Croos Country yaitu Lari Jarak Jauh melintasi alam terbuka dengan kecepatan sedangBiasanya dilakuakan sebagai selingan dari latihan – latihan daya tahan lainya.
*      Sircuit Training yaitu Suatu Rangkaian gerak dengan beberapa macam jenis gerakan yang di lakukan berpindah tempat secara cepat.
2 . Kekuatan Otot dan Daya Tahan Otot
     Kekuatan Otot dan Daya Tahan Otot adalah Komponen yang sangat penting yang berguna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Bentuk – bentuk Latihan Kekuatan adalah komponen yang sangat berguna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan . Bentuk – bentuk latihan Kekuatan Dan daya Tahan Otot adalah :
*   Angkat Tubuh (Pull Up ) 30 detik untuk putri dan 60 detik untuk putra
Tes Angkat tubuh untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu.
Pelaksanaan :
1.    Siswa bergantung pada palang tunggal, sehingga kepala , badan , tungkai lurus
2.    Kedua lengan di buka selebara bahu dan keduanya lurus
3.    Kemudian Siswa mengangkat tubuhnya dengan membengkokan kedua lengan, sehingga menyentuh atau melewati palang tunggal , lalu kembali ke sikap semula.
4.    Lakukan gerakan tersebut secara berulang – ulang , tanpa istirahat selam 30 detik untuk putri dan 60 detik untuk putra.
*      Baring Duduk (Sit Up) 60 Detik
Tes Baring duduk untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.
Pelaksanaan :
1.      Siswa berbaring di atas lantai / rumput , kedua lutut ditekuk kurang dari 900
2.      Kedua tangan dilipat dan diletakan di belakang kepala dengan jari tangan saling berkaitan dengan kedua lengan menyentuh lantai
3.      Salah satu orang teman membantu memegang dan menekan kedua pergelangan kaki agar tidak terangkat.
4.      Apa billa aba- aba “ Ya” siswa bergerak mengambil posisi sehingga kedua sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap semula.
5.      Lakukan gerakan itu berulang – ulang dengan cepat selama 60 detik
*      Latihan Kekuatan Otot Back Lift (15 – 30 detik)
Tujuanya untuk menguatkan otot punggung
1.      Mula – mula tidur telungkup , kaki rapat  dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala
2.      Kemudian angkatlah badan dengan dada tidak menyentuh lantai
3.      Possisi kaki tepat masih menyentuh pada lantai agar kedua kaki tidak bergerak
4.      Pergelangan kaki bisa di pegang oleh teman dan dapat pula tidak di pegang
3.    Fleksibelitas ( Kelentukan)
     Kelentukan sama dengan keluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot – otot persendian . Tujuannya agar otot – otot persendian tidak kaku. Bentuk – bentuk latihan kelentukan adalah sebagai berikut :

*   Latihan otot Leher , tujuanya adalah untuk melatih otot persendian dan otot leher ke arah depan dan belakang
*   Latiahan Kelentukan Sendi pada Bahu, Tujuanya adalah melatih persendian dan bahu serta meluaskan gerakan bahu
*   Latihan Kelentukan otot pinggang , tujuanya adalah untuk meluaskan gerakan persendian pada otot pinggang serta melenturkan otot – otot bagian pinggang
*   Latihan Kelentukan sendi pinggul, tujuanya untuk melenturkan sendi dan otot pinggul
*   Latihan kelentukan sendi lutut, tujuanya adalah untuk menguatkan persendian lutut.
*   Latihan Kombinasi gerakan sendi pinggul, pinggang, dan lutut tujuanya adalah koordinasi gerakan sendi pinggul, pinggang, dan lutut.
E.     Alat Ukur Kesegaran Jasmani yang berhubungan dengan Kesehatan
        Secara pasti tingkat kesegaran jasmani hanya dapat diketahui melalui tes dan pengukuran yang dilakukan oleh setiap orang.Alat untuk mengikur Tingkat Kesegaran Jasmani seseorang berbeda – beda.
       Tes adalah instrumen atau alat yang berfungsi untuk mengumpulkan data yang berupa pengetahuan maupun ketrampilan yang di miliki oleh seseorang. Sedangkan Pengukuran merupakan bagian dari evaluasi yang menggunakan alat dan teknik tertentu untuk mengumpulkan informasi secara tepat dan benar. Tes Kesegaran Jasmani adalah suatu tolak ukur untuk mengukur tingkat kesegaran jasmani yang berbentuk rangkaian butir – butir tes dalam mengetahui tolak ukur kesegaran jasmani seseorang.
Fungsi Tes Kesegaran Jasmani
1.      Mengukur kemampuan fisik
2.      Menentukan status kondisi fisik
3.      Menilai kemampuan fisik seorang siswa sebagai salah satu tujuan pengajaran pendidikan jasmani
4.      Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa
5.      Sebagai bahan pembelajaran untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kesegaran jasmani
6.      Sebagai salah satu bahan masukan dalam memberikan nilai pengajaran jasmani

            Usia 6 - 12 tahun  :
1.      Lari 200 meter bagi usia 6 - 9 tahun untuk mengukur Daya Tahan Jantung dan Paru – paru
2.      Lari 600 meter bagi usia 10 – 12 tahun untuk mengukur Daya Tahan Jantung dan Paru - paru
3.      Baring duduk 30 Detik untuk mengukur Daya Tahan Otot
4.      Angkat Tubuh 30 Detik untuk mengukur Kekuatan Otot
5.      Senam Mengerakan Tangan, Bahu, dan Kaki untuk Mengukur Kelentukan Tubuh
Usia                                                                                           
              Usia 13 – 15 tahun :
1.      Lari 800 – 1000 meter untuk mengukur daya tahan Jantung dan paru – paru
2.      Baring Duduk 50 Detik untuk mengukur daya tahan Otot
3.      Push – up  untuk mengukur Daya tahan Otot
4.      Angkat Tubuh 50 Detik untuk mengukur Kekuatan Otot
5.      Gerakan Duduk Membungkuk mencium lutut untuk mengukur Kelentukan Tubuh
              Usia 16 – 20 tahun :
1.      Lari 1000 – 2400 meter untuk mengukur daya tahan Jantung dan Paru – paru
2.      Lari Lintas alam untuk mengukur daya tahan Jantung dan Paru - paru
3.      Renang untuk mengukur daya tahan Jantung dan Paru - paru
4.      Gantung angkat tubuh 60 detik untuk mengukur Kekuatan Otot
5.      Baring Duduk 60 Detik untuk mengukur Daya Tahan Otot
6.      Mengangkat Barbel untuk mengukur kekuatan otot
7.      Gantung siku tekuk 60 detik untuk mengukur Daya tahan otot
F.     Cara Meningkatakan Kesegaran Jasmani
         Latihan Jasmani atau Fisik adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesegaran jasmani . Latihan Jasmani harus di lakukan menurut aturan atau cara tertentu. Untuk meningkatkan Kesegaran Jasmani ndengan baik, seseorang harus memenuhi tiga macam takaran, antara lain sebagai berikut :
1.      Intensitas Latihan
Intensitas Kesegaran Jasmani berkisar antara 72% - 87% Dari denyut nadi maksimal. Artinyabagi seseorang yang umurnya 45 tahun, bila melakukan latihan, maka intensitas latihan yang di lakukan haruslah sampai denyut nadi mencapai 126 per menit ( 72% dari denyut nadi maksimal) dan paling tinggi 152 denyut nadi per menit (87% dari denyut nadi maksimal )
2.      Lamanya Latihan
Lama latihan yang baik dan tidak berbahaya harus berlatih mencapai zone latihan ( training zone ) adn berada dalam zone 15 – 25 menit.
3.      Takaran Latihan
Jika Intensitas latihan lebih tinggi , maka waktu latihan dapat lebih pendek . Sebaliknya jika intensitas latihanya kecil , maka waktu latihan harus lebih lama. Takaran lamanya latihan berolahraga kesehantan antara 20 -30 menit dalam zone latihan, lebih lama lebih baik. Latihan – latihan tidak akan efisien atau kurang berhasil, kalau kurang dari takaran tersebut.
G.    Kesehatan Jasmani termasuk Aerobik atau Anaerobik
       Pengertian Kegiatan Aerobik merupakan aktivitas yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan memiliki intensitas yang rendah sehingga membutuhkan waktu latihan yang cukup lama sedangkan Kegiatan Anaerobik adalah aktivitas yang intensitasnya tinggi dengan kerja otot dan Kegiatan anaerobik seseorang lebih cepat lelah
Secara Umum yang tergolong Kegiatan Aerobik adalah Lari Jauh, dengan sesuai usia misalnya 800 – 1000 meter untuk usia 13 – 15 tahun dan 1000 – 2400 meter untuk usia 16 – 20 tahun. Selain itu Renang juga tergolong dalam kegiatan Aerobik. Aerobik digolongkan dalam Kardiovaskuler yang mampu memperbaiki kapasitas paru – paru, dan juga memperkuat jantung.
          Sedangkan Kegiatan Sit Up , Push Up , dan Angkat Tubuh termasuk dalam Kegiatan Anaerobik karena menggunakan kekuatan otot dan mempunyai intensitas yang tinggi. Kegiatan Anaerobik berfungsi untuk Kekuatan Otot.

Kamis, 22 November 2012

HAKIKAT PENDIDIKAN

HAKIKAT PENDIDIKAN
         Pendidikan adalah Suatu Proses pembelajaran yang Terkait Ruang dan waktu, yang sudah membudaya dalam masyarakat sebagai alat atau kekuatan dalam mencapai peranya di masa yang akan datang . Pendidikan Sendiri sudah berlangsung sejak jaman pra rsejarah , manusia berkumpul mendiskusikan dan membahas apa yang akan di makan ataupun perjalanan -perjalanan selanjutnya, itu adalah contoh kehidupan Pendidikan pada zaman prasejarah.
        Di dalam Masyarakat sendiri Pendidikan sudah menjadi Kebudayaan . Ketika anak sudah menginjak usua 4 -5 Tahun , Orang tua sibuk untuk mendaftarkan anaknya ke Playgroup atau Taman Kanak -kanak . mereka yakin bahwa Pendidikanlah yang akan membawa anaknya dalam kesuksesan di masa depan. Karena Peran Pendidikan adalah :
1. Mengembangkan Seluruh Kemampuan Aspek manusia dalam aspek Intelektual, Emosional,Spritual, maupun Fisik.
2. Sebagai alat atau Kekuatan yang dominan untuk menunjang Peran seseorang di masa yang akan datang.
3. Meningkatkan dan mengembangkan Potensi, Minat, dan bakat seseorang untuk mengembangkan ketrampilan -ketrampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
      Pasti Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya , mereka menginginkan anaknya untuk belajar di sekolah favorit, kadang mereka tidak sadar akan kemampuan yang di miliki seorang anak, sebenarnya pendidikan seorang anak bukan di landaskan pada di mana ia belajar namun bagaimana siswa belajar dan kesadaran yang di lakukan untuk menggapai cita- citanya.Oleh sebab itu orang tua hendaknya benar- benar memilihkan sekolah yang sesuai dengan Kemampan dan Potensi yang di miliki agar si anak meraskan terbebani dalam kegiatan pembelajaran .
    Dan sebagaimana , dengan tema yang kita bahas yaitu Hakikat Pendidikan , perlu kalanya kita juga dapat memehami arti dari suatu pendidikan .
Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 adalah 
1 . Usaha Sadar dan Terencana maksud dari Usaha Sadar dan Terencana bahwa sebuah Pendidikan adalah Pendidikan tidak boleh asal -asalan , Pembelajaran harus mempunyai Tujuan dan terkonsep.
2. Menciptakan Proses pembelajaran yaitu pembelajaran haruslah mengacu pada konsep, di sini guru berperan sangat penting . 
3. Meningkatkan potensi pesrta didik. dalam pendidikan selain pembelajaran seharusnya peserta didik juga di bekali ketrampilan dan pelatihan yang sesuai dengan bakat .dan minat peserta didik.untuk menunjang kehidupan masa depan pesrta didik.
      Oleh sebab itu kita sebagai pelajar kita harus sadar akan harapan orang tua untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada kita karena mereka berharap anak -anaknya menjadi orang yang berperan dalam masa depannya. kita harus sadar bahwa pendidikan juga akan menunjang masa depan kita.
     "Semakin Merunduk Padi semakin Berisi " Janganlah kita sombong jika kita tak Berilmu.

Selasa, 13 November 2012

PENGGUNAAN NARKOBA TERHADAP PELANGGARAN NILAI PANCASILA


   PENGGUNAAN NARKOBA TERHADAP PELANGGARAN         NILAI PANCASILA

IKIP PGRI MADIUN
Tahun Akademik 2012/2013
Senin,15 Oktober 2012




OLEH :
12141278 DERA SUCI APRILIA SARI



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN




A.   Pengertian
        Narkoba singkatan dari (Narkotika,Psikotropika,dan Bahan Adiktif Lainya) merupakan zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti                                                perasaan , pikiran,suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia(Kurnaiwan,2008)
                           Narkoba di bagi menjadi 3 Jenis :
1.      Narkotika  adalah  Zat atau obat-obat terlarang yang berasal dari tanaman sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat mengakibatkan ketergantungan.
       Jenis Narkotika di bagi atas 3 golongan :
                1.     Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi,serta mempunyai potensi keadiktifan yang sangat tinggi. Contohnya :Ganja, Heroin,Kokain,Morfin,Opium.
       2.      Narkotika golongan II adalah Narotika yang memiliki adiktif yang Kuat,tetapi juga bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya :
Petidin, Benzeditin,Betametadol.
       3.      Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan dan bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya : Kodein.
           2. Psikotropika merupakan Zat atau Obat bukan Narkotika,baik alamiah atau sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yanh menyebabkan perubahan khas pada aktifis normal, mental, dan perilaku.
          3. Bahan Adiktif Lainya adalah zat-zat selain narkotika yang dapat menimbulkan ketergantungan, Contohnya: Alkohol dan Rokok.





B.   Faktor penyebab Pengunaan Narkoba
    Faktor-faktor Penyebab Penggunaan Narkoba
1.     Tersedianya Narkoba dalam Masyarakat
   Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba tidak akan terjadi apbila tidak adanya narkoba dalam masyarakat luas meskipun secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Para penjual Narkoba dapat berkeliaran dimana-mana termasuk sekolah, pemukiman masyarakat dan warung-warung di sekitar perkotaan
2.     Keluarga
1.                  Keluarga yang kurang Harmonis atau Broken Home dapat menyebabkan seorang psikis seorang anak menjadi menurun sehingga anak tersebut lebih menyukai dunia pergaulan luar yang negatif, karena seorang anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orangtuanya. Kelurga yang tidak harmonis biasanya dikarenakan karena kesibukan orangtua terhadap pekerjaanya sehingga tidak memperhatikan anaknya dan perceraian dalam rumah tangga yang mengakibatkan rasa kesepian dan kesedian terhadap psikologi anak.
2.                Keluarga yang mempunyai sejarah pemakai narkoba
3.                Keluarga yang Otoriter terhadap anak,karena sebagian kemauan ataupun potensi dari anak melawan kemauan dari orang tuanya.
3.     Pergaulan yang Salah
                  Dalam Pergaulan bersama teman yang rawan pergaulan bebas,dapat menjadi faktor mudahnya perkembangan penggunaan penyalah gunaan narkoba dan perilaku yang menyimpang. Pada akhirnya seseorang tidak dapat menolak dalam pemakain narkoba karena gterpenggaruh oleh dunia pergaulan yang bebas tersebut



C.   Dampak Penyalahgunaan Narkoba
C.1  Bahaya Bagi Bangsa dan Negara

a.       Hilangnya rasa Patriotisme atau rasa cinta terhadap bangsa yang pada         giliranya mudah untuk dikuasai oleh negara-negara asing.
b.      Bangsa dan Negara kehilangan identitas yang disebabkan karena perubahan budaya
c.          Rusaknya Pewaris bangsa yang siap untuk menggantikan kepemimpinan bangsa
d.         Penyeludupan akan meningkat padahal penyeludupan dalam bentuk apapun akan  Merugikan Negara.
               
               C.2 Bahaya yang Bersifat Sosial
              a. Berbuat tidak senonoh secara bebas ,berakibat buruk dan mendapatkan hukuman.   
              b. Menggangu Ketertiban Umum
              c. Meresahkan Masyarakat karena gangguan keamanan dan penyaki.
              d. Keharmonisan Keluarga yang Terganggu.
          
          C.3 Bahaya yang bersifat Pribadi
      Narkoba akan merubah kepribadian si pemakai secara drastis,selain pemakai merasakan penyakit-penyakit akibat penggunaan Narkoba seperti hilang ingatan,dada nyeri,kerusakaan Paru-paru,ginjal dan Organ-organ lainya,pemakai narkoba juga berubah dalam bentuk kepribadian seperti menjadi pemurung , pemarah, pelawan dan durhaka. selain itu mereka juga terlihat semangat belajar yang menurun dan penurunan terhadap hasil belajar.

D.   Hubungan Penggunaan Narkoba dengan Nilai-nilai Pancasila
      Narkoba memiliki hubungan dan keterkaitan dengan nilai-nilai pancasila, karena penggunaan penyalahgunaan narkoba adalah perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
           
             
                 D.1.  Nilai yang Terkadung dalam Pancasila :
                           1. Ketuhanan yang Maha Esa, berisi tentang Nilai Religi dan Ketuhanan :
                                   a. Keyakinan Terhadap Tuhan yang Maha Esa
                                   b. Taqwa Terhadap Tuhan yang Maha Esa
                                     c. Ketuhanan Yang Maha Esa juga meliputi      Kemanusiaan,Persatuan,Kerakyatan, dan Keadilan
                          2. Kemanusiaan yang Adil dan Berhadap
                                    a. Pengakuan Terhadap Martabat dan Harga diri seseorang.
                                    b. Berperilaku adil terhadap sesama manusia
                              3. Persatuan Indonesia
                                    a. Persatuan Suku-suku Bangsa di Indonesia yang mendiami suatu wilayah yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                    b. Pengakuan Bhineka Tunggal Ika
                        4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyarawatan dan perwakilan
                                   a. Kedaulatan Negara ditangani oleh Rakyat
                                   b. Negara Indonesia adlah negara Demokrasi yang mempunyai kedudukan,hak,dan kewajiban yang sama
                                   c. Musywarah untuk tujuan Mufakat dicapai
                      5.  Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
                                   a. Keadilan dalam kehidupan sosial dalam bidang politik.ekonomi.sosial,budaya,dan pertahanan keamanan nasiaonal bagi seluruh rakyat.
                                   b. Cita-cita masyarakat yang Makmur,Adildan Sejahtera.
Sehingga dapat disimpulkan Bahwa Hubungan Penggunaan Penyalahgunaan Narkoba terhadap nilai-nilai Pancasila adalah :
1.      Narkoba dapat dan diperbolehkan digunakan dalam bidang kesehatan dan dengan jumlah yang sedikit dan tidak menyalahi atuaran kemanusiaan sesuai dengan kandungan nilai pancasila sila ke dua.
2.      Narkoba jika dipakai dan disalahgunakan maka perbuatan si pemakai menyimpang dari nilai-nilai pancasila sila Pertama, Kedua ,dan Ketiga.
Sila Pertama yaitu Pemakai tidak percaya terhadap  Tuhan yang Maha Esa,karena ia lebih percaya terhadap Narkoba untuk menenangkan diri dan menghilangkan masalah yang terjadi pada dirinya.
Sila Kedua yaitu Pemakai merusak dan membunuh dirinya sendiri dengan mengonsumsi narkoba.
Sila Ketiga yaitu pemakai tidak menghiraukan dampak-dampak yang terjadi terhadap orang lain dan masyarakat.

E.    Bentuk- bentuk Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
1.      Pembinaan
Hal ini ditujukan kepada LPM(Lembaga Pembinaan Masyarakat ) untuk Melakukan Pembinaan kepada Masyarakat yang belum menggunakan Narkoba, Prinsipnya  adalah meningkatkan  peran dan kegiatan agar Masyarakat yang belum memakai narkoba akan lebih baik hidupnya dan lebih sejahtera sehingga mereka tidak berfikir atau berencana memakai barang haram tersebut.

2.      Program Pencegahan (Preventif)
Hal ini ditujukan kepada Masyarakat yang belum menggunakan Narkoba.
a.       Meningkatkan Iman dan Taqwa melalui Pendidikan Agama dan keagamaan Baik di Sekolah maupun di Lingkungan Masyarakat.
b.      Pembinaan Kehidupan Keluarga yang Harmonis dengan penuh Perhatian dan Kasih Sayang.
c.       Orang tua memberikan teladan dan bimbingan yang Baik kepada anak-anaknya.
d.      Menjalin Komunikasi yang Baik antara anak dengan Orang tua.
e.       Anak diberikan Pengetahuan sedini mungkin tentang Narkoba dan Dampak Negatif yang ditimbulkanya.

3.      Pengobatan (Kuratif)
Ditujukan kepada para pengguna Narkoba tujuanya adalah untuk mengobati atau Menghentikan dari Ketergantungan narkoba . Pengobatan harus dilakukan oleh dokter yang menangani  dan mempelajari kasus Narkoba.
4.      Rehabilitasi
Yaitu Upaya Penyembuhan atau Pemulihan Kesehatan Jiwa dan Raga yang di tujukan kepada Pemakai Narkoba.Tujuanya Agar para Pemakai benar-benar dapat terlepas dari ketergantungan penggunaan Narkoba.




5.      Represif
Merupakan program Pemerintah untuk mengawasi dan mengendalikan produksi dan pengedaran narkoba.Program ini ditujukan kepada produsen,bandar,pengedar,dan opemakai berdasarkan hukum.


DAFTAR PUSTAKA
1.      A.Kharismayanta dkk.2011.Pendidikan Kewarganegaraan SMA kelas 12 .Jakarta.Media Maxsima.
2.      Yatim, D.I,dkk.1986. Kepribadian Keluarga dan Narkotika Ditinjuau dari Sosial dan Psikologi. Bandung: Arcan.
3.      http://infonarkoba.blogspot.com/
5.      http://hafidzf.wordpress.com/2009/07/08/solusi-narkoba/